Managemen adalah proses mencapai sasaran bersama dan melalui orang lain. Prosesnya meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Perencanaan cuci mobil dilakukan dengan penentuan target penjualan. Berapa target mobil/motor yang dapat dicuci per hari, berapa per bulan. Dari target ini berbagai perencanaan untuk mencapai target dapat dilakukan. Besarnya target bisa dilihat dari berbagai aspek, kapasitas, misalnya berapa kapasitas mencuci sehari. Pengorganisasian meliputi masalah tenaga kerja yang utama, siapa saja dan berapa orang yang akan bekerja, serta apa tugas mereka. Petugas mencuci, dapat merangkap berbagai tugas lain.
Pelaksanaan dari manajemen adalah bersama karyawan untuk melayani pelanggan. Proses memeriksa kembali hasil cucian anak buah, sudah sempurna atau belum. Tentu dalam hal ini tertib administrasi sangat penting. Pencatatan uang masuk dari pelanggan dan pengeluaran untuk kebutuhan pencucian perlu di dokumentasi dengan sebaik-baiknya.
Persaingan usaha selalu ada di mana-mana. Untuk itu diperlukan cara-cara meningkatkan keunggulan produk. Perlu ditentukan kelas dari pembeli yang menggunakan jasa tersebut. Karena termasuk cuci motor, berarti kelas dari pembeli yang menggunakan jasa tersebut. Karena termasuk cuci motor, berarti kelas pembeli adalah menengah kebawah. Berarti keunggulan kelas atas bisa dibawah kelas bawah. Misalnya, tempat cuci yang bersih, dengan lantai keramik yang menarik, meskipun murah, menggunakan sabun salju dsb. Bisa juga menggunakan karyawan pencuci wanita, tentu akan menarik pengunjung, karena menunjukan kesetaraan antara karyawan laki-laki dan perempuan.
Untuk pertanyaan kedua, agar diminati pengunjung biasanya tergantung pada kesan pertama yang sangat menentukan. Berikan palayanan sebaik-baiknya, jangan sampai mengecewakan, sehingga mereka tidak kapok datang. Untuk itu pemilik harus melakukan kontrol sebaik-baiknya. Sikap ramah pada pengunjung juga penting. Meskipun demikian perlu disesuaikan. Ada pemilik kendaraan yang suka tidak suka bercerita. Ruang tunggu atau tempat duduk untuk tunggu harus bersih dan memuaskan. Karena di awal usaha merupakan hal yang diperhatikan. Kebersihan memang harus dijaga sekali. Timbulkan kesan positif bagi pengunjung, meliputi wujud fisik yang menarik, keramahan pencuci dan pemilik, menggunakan alat yang memang bisa diandalkan, tanggap terhadap masalah dari pelanggan terhadap mobil atau motor yang akan dicuci dan memberi jawaban yang memuaskan, serta kepastian dari kendaraan yang menjadi terpelihara. Bila kesan positif muncul, diharapkan konsumen akan datang lagi.
Upah karyawan, Upah karyawan dapat dilakukan dalam berbagai cara, terdapat kelebihan dan kekurangannya. Upah harian berarti tidak ada penundaan, dan uang akan segera akan diberikan dan jelas apa-apa yang telah dijalankan hari itu. Tetapi masalahnya adalah pemilik harus menunggu terus sampai usaha tutup untuk membayar upah. Hal ini menyebabkan pemilik tidak dapat berkembang karena hanya mengurus upah saja setiap malam. Berbeda halnya dengan upah mingguan yang memberi kesempatan pemilik hanya berpikir gaji hari jumat atau sabtu saja. Waktu yang lain bisa dimanfaatkan lebih efisien untuk mengembangkan perusahaan.
Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 September 2010
0 komentarStrategi Memasarkan Alat-Alat Kebersihan Rumah Tangga
Pada dasarnya alat kebersihan itu selalu diperlukan dan memiliki lama penggunaan yang relatif singkat, rata-rata kurang dari 3 bulan. Dengan demikian usha penjualan alat kebersihan ini berprospek cukup bagus. Prospek ini tidak hanya di daerah jakarta saja, tetapi juga meliputi berbagai kota besar lain di seluruh indonesia. Dengan munculnya berbagai inovasi saat ini, produk pembersih banyak sekali macamnya. Mulai dari pembersih lantai sampai pembersih kamar mandi, dapur, got depan rumah, pembersih kaca jendela, dsb.
Dalam memasarkan produk, perlu disesuaikan dengan pasar yang akan dituju. Biasanya ada perbedaan ketersediaan alat kebersihan yang dijual di pasar tradisional dan di mal. Begitu juga dalam soal harga, alat kebersihan yang di jual ke pasar tradisional biasanya relatif lebih murah daripada yang di jual di mal. Sebagai contoh, di pasar tradisional bisa menjual sapu lidi, tetapi sapu lidi tidak mudah di cari di mal, alat per rol hanya ada di mal, sedangkan di pasar tradisional tidak ada.
Menjual vacuum cleaner secara door to door jelas tidak dilakukan di perumahan kpr tipe kecil, karena alat tersebut digunakan kelas atas dimana lantainya diberi karpet. Ketepatan pemilihan produk dan pasar, itulah kunci keberhasilan. Misalnya, untuk kelas bawah produk murahlah yang diperlukan. Pemasaran ini tergantung pada target pasar. Menjual ke mal dan pasar tradisional tidak sama pendekatannya. 2 pasar itu dipilih, masing masing ada kelemahan dan kelebihan. Untuk UKM pemula disarankan masuk ke pasar tradisional toko-toko. Toko kadang kala lebih mudah dimasuki daripada ke pasar tradisional. Bila usaha sudah mulai besar barulah bisa masuk ke mal.
Agar alat kebersihan "naik kelas", perlu dilakukan inovasi agar barang yang dijual memberi manfaat yang lebih dari pembeli, termasuk meningkatkan keuntungan bagi para penjual. Peningkatan keuntungan ada dua hal, yaitu menaikkan harga jual menjadi lebih mahal, atau menjual dengan harga yang sama tapi menaikkan volume penjualan. Menaikkan harga jual bisa dilakukan berpindah target pasar yang dituju. Namun pemindahan target pasar tidak mudah dilakukan, karena menyangkut perubahan desain dan citra merk. Agar "naik kelas" alat keberishan harus dibuat lebih rapi. Packaging tidak terlalu banyak membantu.
Bisa juga dengan ganti produk, misalnya dari menjual sapu lidi menjadi menjual vacuum cleaner, tapi tentu saja hal ini tidak mudah dilakukan. Pada umumnya, satu perusahaan hanya bisa menjual pada satu segmen pasar tertentu. Oleh sebab itu bisa dilakukan adalah dengan cara meningkatkan unit terjual. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak jenis produk yang satu kelas, misalnya berjualan sapu plastik, sapu sabut kelapa, kemoceng bulu ayam, kemoceng tali rafia, pel, karbol, dsb. Dengan demikian menjual vacuum cleaner tidak tepat dicampur dengan produk ini karena berbeda segmen pasar.
Dalam hal promosi, perlu ditetapkan dahulu apakah anda sebagai outlet/toko atau produsen. Bila sebagai produsen, maka pasarnya adalah toko atau pasar. Strategi promosi untuk toko berbeda dengan untuk pengguna. Untuk toko, perlu diperiksa, apakah penempatan produk anda sudah dilokasi yang mudah terlihat atau tidak. Sehingga pengontrolan ke toko diperlukan. Bila ditempatkan di tempat yang tersembunyi, tentu barang bisa kurang laku. Bantuan penyusunan display ke toko merupakan kegiatan promosi. Produk pembersih ini relatif tidak perlu brosur, yang terpenting adalah kontinuitas ketersedian dari toko yang disuplai dari produsen. Untuk potongan harga juga tidak terlalu tepat untuk konsumen langsung. Memang untuk toko/pengecer memperoleh keuntungan dari harga jual.
Kiat usaha :
Tentukan pasar yang dituju, kelas pembeli mana yang jadi sasaran. Umumnya satu perushaan hanya bisa melayani satu segmen saja.
Cari produk pembersih yang satu kelas dalam pemasaran. Laku dan lambat laku untuk menjaga kontinuitas dari barang di toko.
Periksalah di toko apakah penempatan display barang anda cukup terlihat.
Perluas distribusi ke toko-toko agar volume penjualan bisa meningkat.
Dalam memasarkan produk, perlu disesuaikan dengan pasar yang akan dituju. Biasanya ada perbedaan ketersediaan alat kebersihan yang dijual di pasar tradisional dan di mal. Begitu juga dalam soal harga, alat kebersihan yang di jual ke pasar tradisional biasanya relatif lebih murah daripada yang di jual di mal. Sebagai contoh, di pasar tradisional bisa menjual sapu lidi, tetapi sapu lidi tidak mudah di cari di mal, alat per rol hanya ada di mal, sedangkan di pasar tradisional tidak ada.
Menjual vacuum cleaner secara door to door jelas tidak dilakukan di perumahan kpr tipe kecil, karena alat tersebut digunakan kelas atas dimana lantainya diberi karpet. Ketepatan pemilihan produk dan pasar, itulah kunci keberhasilan. Misalnya, untuk kelas bawah produk murahlah yang diperlukan. Pemasaran ini tergantung pada target pasar. Menjual ke mal dan pasar tradisional tidak sama pendekatannya. 2 pasar itu dipilih, masing masing ada kelemahan dan kelebihan. Untuk UKM pemula disarankan masuk ke pasar tradisional toko-toko. Toko kadang kala lebih mudah dimasuki daripada ke pasar tradisional. Bila usaha sudah mulai besar barulah bisa masuk ke mal.
Agar alat kebersihan "naik kelas", perlu dilakukan inovasi agar barang yang dijual memberi manfaat yang lebih dari pembeli, termasuk meningkatkan keuntungan bagi para penjual. Peningkatan keuntungan ada dua hal, yaitu menaikkan harga jual menjadi lebih mahal, atau menjual dengan harga yang sama tapi menaikkan volume penjualan. Menaikkan harga jual bisa dilakukan berpindah target pasar yang dituju. Namun pemindahan target pasar tidak mudah dilakukan, karena menyangkut perubahan desain dan citra merk. Agar "naik kelas" alat keberishan harus dibuat lebih rapi. Packaging tidak terlalu banyak membantu.
Bisa juga dengan ganti produk, misalnya dari menjual sapu lidi menjadi menjual vacuum cleaner, tapi tentu saja hal ini tidak mudah dilakukan. Pada umumnya, satu perusahaan hanya bisa menjual pada satu segmen pasar tertentu. Oleh sebab itu bisa dilakukan adalah dengan cara meningkatkan unit terjual. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak jenis produk yang satu kelas, misalnya berjualan sapu plastik, sapu sabut kelapa, kemoceng bulu ayam, kemoceng tali rafia, pel, karbol, dsb. Dengan demikian menjual vacuum cleaner tidak tepat dicampur dengan produk ini karena berbeda segmen pasar.
Dalam hal promosi, perlu ditetapkan dahulu apakah anda sebagai outlet/toko atau produsen. Bila sebagai produsen, maka pasarnya adalah toko atau pasar. Strategi promosi untuk toko berbeda dengan untuk pengguna. Untuk toko, perlu diperiksa, apakah penempatan produk anda sudah dilokasi yang mudah terlihat atau tidak. Sehingga pengontrolan ke toko diperlukan. Bila ditempatkan di tempat yang tersembunyi, tentu barang bisa kurang laku. Bantuan penyusunan display ke toko merupakan kegiatan promosi. Produk pembersih ini relatif tidak perlu brosur, yang terpenting adalah kontinuitas ketersedian dari toko yang disuplai dari produsen. Untuk potongan harga juga tidak terlalu tepat untuk konsumen langsung. Memang untuk toko/pengecer memperoleh keuntungan dari harga jual.
Kiat usaha :
Tentukan pasar yang dituju, kelas pembeli mana yang jadi sasaran. Umumnya satu perushaan hanya bisa melayani satu segmen saja.
Cari produk pembersih yang satu kelas dalam pemasaran. Laku dan lambat laku untuk menjaga kontinuitas dari barang di toko.
Periksalah di toko apakah penempatan display barang anda cukup terlihat.
Perluas distribusi ke toko-toko agar volume penjualan bisa meningkat.
Rabu, 01 September 2010
0 komentarKiat Memasarkan Buah-Buahan Di Mal
Dalam beberapa tahun belakangan ini, buah-buahan dan sayur-sayuran memang menjadi komoditi yang cukup menjanjikan karena produk yang tadinya hanya bisa dibeli di pasar-pasar tradisional ini sejak beberapa tahun belakangan mulai "naik kelas" menjadi komoditi bisnis di supermarket bahkan merambah hingga ke hypermarket. Sehingga sayur-sayuran dan buah-buahan yang tadinya adalah produk biasa-biasa saja kini menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Buah-buahan seperti mangga, pepaya, jambu (air ataupun biji), dan sebagainya. Ketika masuk supermarket di sebuah mal, harga perkilogramnya bisa naik 2-3 kali lipat dibandingkan jika dijual dipasar tradisional. Pasalnya hampir semua produk yang dijual di mal tidak semata-mata menjual barang, tapi plus gengsi. Harga sebuah gengsi inilah yang kadangkala jauh melebihi harga produknya.
Potensi pasarnya sangat besar, karena kini konsumen cenderung lebih menyukai konsep One Stop Shopping dimana ia cukup datang ke sutu tempat, apapun yang ia butuhkan sudah tersedia. Dan kini banyak supermarket dan mal yang sudah menerapkan konsep tersebut. Yang harus diperhatikan adalah menjaga kualitas produk agar tidak mengecewakan konsumen. Misalnya anda menjual jambu biji, maka anda harus memerhatikan bahwa setiap butir jambu yang anda jual benar-benar layak dimakan, dan tidak sekedar layak jual. Anda harus selalu berusaha agar buah-buahan selalu terlihat segar. Jika memungkinkan setiap 1 jam berikan sedikit percikan air pada jambu-jambu tersebut. Setiap 1 buah jambu selalu ada 2 helai daun jambu. Ini akan membuat jambu-jambu terlihat alami dan segar. Memang lebih bagus lagi jika jambu-jambu tersebut dikemas dalam plastik yang didalamnya tercantum merk. Ini untuk membedakan produk anda dengan produk yang berasal dari supplier lain. Jika memungkinkan berikan garansi kepada konsumen. Misalnya, "jika jambu yang anda beli busuk atau rusak didalamnya, uang anda dikembalikan 100%". Ini akan membuat konsumen merasa lebih yakin, aman dan nyaman.
Jika hanya sekedar menjajakan buah jambu, menurut saya tidak perlu menggunakan SPG. Namun jika anda mengemas produk jambu tersebut menjadi banyak varian, maka kehadiran seorang SPG memang dibutuhkan. Misalnya, dengan bahan dasar jambu, anda menciptakan beberapa produk seperti Juice jambu, bubur jambu hingga jenang jambu, maka produk-produk ini bisa anda promosikan secara khusus, karena memang ada hal-hal istimewa yang anda jual. Kehadiran SPG yang mampu menjelaskan product knowledge mulai dari khasiat, manfaat, komposisi, cara penyajian akan membuat produk-produk ini menarik pembeli.
Agar produk tersebut terus diminati, yang penting adalah terus menjaga kualitas produk. Jangan sampai anda mengorbankan kualitas demi mengejar kuantitas. Karena jika anda sudah berhubungan dengan pihak supermarket atau mal, maka kemampuan kuantitas sangatlah dibutuhkan. Kapasitas produksi harus terjaga dan sesuai dengan target yang ditentukan pihak supermarket. Oleh karena itu anda harus selalu menjaga ketersediaan produk yang tetap berkualitas. Kegiatan promosi sebaiknya memang dijadwalkan. Ada promosi tetap yang dilakukan setiap bulan, misalnya diskon 20% setiap tanggal 20-25. Mengapa tanggal itu? karena pada tanggal itu biasanya mal-mal lebih sepi pengunjung. Berbeda dengan akhir dan awal bulan yang setiap mal pasti dipenuhi pengunjung. Anda juga terapkan diskon-diskon khusus bagi produk-produk yang hampir mendekati masa expired date. Setiap produk sudah mulai layu langsung lakukan cuci gudang. namun jika produk sudah tidak layak jual (walaupun masih layak makan), segera tarik produk tersebut dan ganti dengan yang baru. Tidak perlu melakukan oplosan antara produk baru dengan produk lama, karena secara marketing, cara ini justru akan merugikan kita di masa yang akan datang. Tetap konsisten untuk hanya menjual produk-produk yang benar-benar fresh dan berkualitas.
Terakhir, juallah hanya produk-produk pilihan, jangan memaksakan menjual produk-produk yang kualitasnya dibawah produk yang ada. Tetap konsisten, walaupun produk anda sudah memiliki banyak pelanggan. Jangan mengurangi kualitas produk sekecil apapun itu. Buatlah kemasan yang menarik dan aman. Juallah hanya buah-buahan yang masih segar dan tata sedemikian rupa agar terlihat bersih dan menarik. Dengan cara-cara tersebut saya yakin bisnis buah-buahan anda akan berkembang pesat.
Potensi pasarnya sangat besar, karena kini konsumen cenderung lebih menyukai konsep One Stop Shopping dimana ia cukup datang ke sutu tempat, apapun yang ia butuhkan sudah tersedia. Dan kini banyak supermarket dan mal yang sudah menerapkan konsep tersebut. Yang harus diperhatikan adalah menjaga kualitas produk agar tidak mengecewakan konsumen. Misalnya anda menjual jambu biji, maka anda harus memerhatikan bahwa setiap butir jambu yang anda jual benar-benar layak dimakan, dan tidak sekedar layak jual. Anda harus selalu berusaha agar buah-buahan selalu terlihat segar. Jika memungkinkan setiap 1 jam berikan sedikit percikan air pada jambu-jambu tersebut. Setiap 1 buah jambu selalu ada 2 helai daun jambu. Ini akan membuat jambu-jambu terlihat alami dan segar. Memang lebih bagus lagi jika jambu-jambu tersebut dikemas dalam plastik yang didalamnya tercantum merk. Ini untuk membedakan produk anda dengan produk yang berasal dari supplier lain. Jika memungkinkan berikan garansi kepada konsumen. Misalnya, "jika jambu yang anda beli busuk atau rusak didalamnya, uang anda dikembalikan 100%". Ini akan membuat konsumen merasa lebih yakin, aman dan nyaman.
Jika hanya sekedar menjajakan buah jambu, menurut saya tidak perlu menggunakan SPG. Namun jika anda mengemas produk jambu tersebut menjadi banyak varian, maka kehadiran seorang SPG memang dibutuhkan. Misalnya, dengan bahan dasar jambu, anda menciptakan beberapa produk seperti Juice jambu, bubur jambu hingga jenang jambu, maka produk-produk ini bisa anda promosikan secara khusus, karena memang ada hal-hal istimewa yang anda jual. Kehadiran SPG yang mampu menjelaskan product knowledge mulai dari khasiat, manfaat, komposisi, cara penyajian akan membuat produk-produk ini menarik pembeli.
Agar produk tersebut terus diminati, yang penting adalah terus menjaga kualitas produk. Jangan sampai anda mengorbankan kualitas demi mengejar kuantitas. Karena jika anda sudah berhubungan dengan pihak supermarket atau mal, maka kemampuan kuantitas sangatlah dibutuhkan. Kapasitas produksi harus terjaga dan sesuai dengan target yang ditentukan pihak supermarket. Oleh karena itu anda harus selalu menjaga ketersediaan produk yang tetap berkualitas. Kegiatan promosi sebaiknya memang dijadwalkan. Ada promosi tetap yang dilakukan setiap bulan, misalnya diskon 20% setiap tanggal 20-25. Mengapa tanggal itu? karena pada tanggal itu biasanya mal-mal lebih sepi pengunjung. Berbeda dengan akhir dan awal bulan yang setiap mal pasti dipenuhi pengunjung. Anda juga terapkan diskon-diskon khusus bagi produk-produk yang hampir mendekati masa expired date. Setiap produk sudah mulai layu langsung lakukan cuci gudang. namun jika produk sudah tidak layak jual (walaupun masih layak makan), segera tarik produk tersebut dan ganti dengan yang baru. Tidak perlu melakukan oplosan antara produk baru dengan produk lama, karena secara marketing, cara ini justru akan merugikan kita di masa yang akan datang. Tetap konsisten untuk hanya menjual produk-produk yang benar-benar fresh dan berkualitas.
Terakhir, juallah hanya produk-produk pilihan, jangan memaksakan menjual produk-produk yang kualitasnya dibawah produk yang ada. Tetap konsisten, walaupun produk anda sudah memiliki banyak pelanggan. Jangan mengurangi kualitas produk sekecil apapun itu. Buatlah kemasan yang menarik dan aman. Juallah hanya buah-buahan yang masih segar dan tata sedemikian rupa agar terlihat bersih dan menarik. Dengan cara-cara tersebut saya yakin bisnis buah-buahan anda akan berkembang pesat.
Minggu, 22 Agustus 2010
2 komentarMenentukan Harga dan Bagi Hasil Usaha
Dalam menetapkan harga jual produk, terlebih dahulu kita harus menghitung biaya produksinya, yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi produk hingga sampai ke tangan konsumen. Adapun biaya tersebut :
~ Biaya variabel, adalah biaya untuk memproduksi produk yang dihasilkan untuk memproduksi produk yang dihasilkan disesuaikan dengan kapasitas produksi. Otomatis biaya variabel terkait dengan tingkat penjualan. Contohnya : bahan baku, biaya pengemasan/packaging dan promosi.
~ Biaya tetap, adalah biaya yang rutin harus dikeluarkan tanpa terpengaruh kapasitas produk dihasilkan. Otomatis tidak dipengaruhi tingkat penjualan. Contohnya : biaya gaji, listrik, telepon, sewa tempat, dan lain-lain.
Setelah mengetahui biaya produksinya maka kita bisa menetapkan harga jual impasnya. Secara sederhana dapat kita rumuskan bahwa harga jual impas yaitu semua biaya produksi (baik biaya variabel maupun biaya tetap) dibagi dengan jumlah unit produksi. Repotnya jumlah unit itu juga mempengaruhi biaya variable. Jadi bagaimana ? ini langkahnya :
Contoh penjualan meja tv :
1. Tentukan dulu berapa jumlah meja TV yang ingin dihasilkan (kapasitas produksi), misal saja 10 unit meja TV
2. Dari 10 unit tersebut, berapa biaya variabelnya, misalnya Rp.150.000
3. Dengan kapasitas 10 unit itu, berapa biaya tetapnya, misalnya Rp.50.000
Nah, harga jual impasnya : (150.000+50.000x10)/10 unit = Rp.200.000 unit. Ini harga jual impasnya, namun belum ada untung. Jadi kalau dagangan habis semua, anda belum untung cuma habislah buat ongkos.
Menentukan untung. Pada prinsipnya harga jual harus dapat menutupi biaya produksi ditambah dengan laba yang wajar. Karena itu rumusan harga jual sama dengan biaya produksi ditambah besar keuntungan yang diinginkan. Namun, dalam menentukan harga perlu pertimabangkan persaingan dan tren produk, besarnya permintaan, segmentasi pasar yang dituju, serta tujuan usaha. Secara umum dalam penetapan harga jual, anda harus menentukan berapa besar keuntungan yang ingin didapatkan dari setiap penjualan produk.
Nah, untuk mencapai laba yang diinginkan, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang akan dijual. Harga yang tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk, dan memberikan kepuasan kepada konsumen. Ada sejumlah cara dalam menetapkan harga meliputi :
~ Strategi perusahaan meliputi rencana produksi dan pemasaran.
~ Perluasan produk sehingga produk dipandang berbeda dari produk lain yang bersaing dalam mutu atau tingkat pelayanan konsumen.
~ Biaya dan harga pesaing
~ Ketersediaan dan harga dari produk pengganti
Bagi hasil. dalam pembagian keuntungan usaha pun dilaksanakan sesuai alurnya. Umumnya pada usaha yang berbadan hukum seperti usaha perorangan, usaha dagang (UD), maka pembagian usaha dapat diatur secara proporsionil sesuai dengan kontribusi modal, atau sesuai kesepakatan antara pemilik dengan pengelola.
Contohnya penyumbang modal paling besar akan mendapatkan keuntungan paling besar pula sementara pemodal dengan kontribusi paling kecil mendapat bagian keuntungan lebih kecil. Bisa juga terjadi pemilik modal adalah sekaligus pengelola. Bagi pihak pengelola tentunya dapat diberikan gaji sesuai dengan pekerjaannya. Jika modal dan pengelolaan dimiliki dan dijalankan sama besar, maka pembagian keuntungan usaha bisa dibagi sama besar. Selama usaha belum stabil pemasukkannya masing-masing pihak dapat bersepakat untuk tidak menerima gaji terlebih dahulu. Begitu pemasukan usaha stabil, para pengurus baru dapat diberikan gaji. Dengan demikian, keuntungan usaha baru dapat dibagikan saat usaha menghasilkan keuntungan.
~ Biaya variabel, adalah biaya untuk memproduksi produk yang dihasilkan untuk memproduksi produk yang dihasilkan disesuaikan dengan kapasitas produksi. Otomatis biaya variabel terkait dengan tingkat penjualan. Contohnya : bahan baku, biaya pengemasan/packaging dan promosi.
~ Biaya tetap, adalah biaya yang rutin harus dikeluarkan tanpa terpengaruh kapasitas produk dihasilkan. Otomatis tidak dipengaruhi tingkat penjualan. Contohnya : biaya gaji, listrik, telepon, sewa tempat, dan lain-lain.
Setelah mengetahui biaya produksinya maka kita bisa menetapkan harga jual impasnya. Secara sederhana dapat kita rumuskan bahwa harga jual impas yaitu semua biaya produksi (baik biaya variabel maupun biaya tetap) dibagi dengan jumlah unit produksi. Repotnya jumlah unit itu juga mempengaruhi biaya variable. Jadi bagaimana ? ini langkahnya :
Contoh penjualan meja tv :
1. Tentukan dulu berapa jumlah meja TV yang ingin dihasilkan (kapasitas produksi), misal saja 10 unit meja TV
2. Dari 10 unit tersebut, berapa biaya variabelnya, misalnya Rp.150.000
3. Dengan kapasitas 10 unit itu, berapa biaya tetapnya, misalnya Rp.50.000
Nah, harga jual impasnya : (150.000+50.000x10)/10 unit = Rp.200.000 unit. Ini harga jual impasnya, namun belum ada untung. Jadi kalau dagangan habis semua, anda belum untung cuma habislah buat ongkos.
Menentukan untung. Pada prinsipnya harga jual harus dapat menutupi biaya produksi ditambah dengan laba yang wajar. Karena itu rumusan harga jual sama dengan biaya produksi ditambah besar keuntungan yang diinginkan. Namun, dalam menentukan harga perlu pertimabangkan persaingan dan tren produk, besarnya permintaan, segmentasi pasar yang dituju, serta tujuan usaha. Secara umum dalam penetapan harga jual, anda harus menentukan berapa besar keuntungan yang ingin didapatkan dari setiap penjualan produk.
Nah, untuk mencapai laba yang diinginkan, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang akan dijual. Harga yang tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk, dan memberikan kepuasan kepada konsumen. Ada sejumlah cara dalam menetapkan harga meliputi :
~ Strategi perusahaan meliputi rencana produksi dan pemasaran.
~ Perluasan produk sehingga produk dipandang berbeda dari produk lain yang bersaing dalam mutu atau tingkat pelayanan konsumen.
~ Biaya dan harga pesaing
~ Ketersediaan dan harga dari produk pengganti
Bagi hasil. dalam pembagian keuntungan usaha pun dilaksanakan sesuai alurnya. Umumnya pada usaha yang berbadan hukum seperti usaha perorangan, usaha dagang (UD), maka pembagian usaha dapat diatur secara proporsionil sesuai dengan kontribusi modal, atau sesuai kesepakatan antara pemilik dengan pengelola.
Contohnya penyumbang modal paling besar akan mendapatkan keuntungan paling besar pula sementara pemodal dengan kontribusi paling kecil mendapat bagian keuntungan lebih kecil. Bisa juga terjadi pemilik modal adalah sekaligus pengelola. Bagi pihak pengelola tentunya dapat diberikan gaji sesuai dengan pekerjaannya. Jika modal dan pengelolaan dimiliki dan dijalankan sama besar, maka pembagian keuntungan usaha bisa dibagi sama besar. Selama usaha belum stabil pemasukkannya masing-masing pihak dapat bersepakat untuk tidak menerima gaji terlebih dahulu. Begitu pemasukan usaha stabil, para pengurus baru dapat diberikan gaji. Dengan demikian, keuntungan usaha baru dapat dibagikan saat usaha menghasilkan keuntungan.
Jumat, 30 Juli 2010
0 komentarKiat Usaha Voucher Pulsa di Tengah Persaingan Ketat
Kiat Usaha Voucher Pulsa di Tengah Persaingan Ketat
1. Bila dilihat dari semakin meningkatnya pengguna telepon seluler di indonesia, hingga di pedesaan, serta 70-an persen adalah prabayar, maka betul prospek usaha jual-beli pulsa ini bagus. Namun seiring dengan bagusnya usaha ini, di satu sisi yang berjualan pulsa juga semakin banyak, bahkan menjamur. Bahkan banting harga yang kurang rasional, sehingga keuntungan menipis. Walau bisa memberikan keuntungan, namun hanya cukup untuk hidup, sehingga perlu dikuasai sistem usaha jual-beli pulsa ini. Kini voucher merupakan barang komoditi seperti sembako yang ke-10.
2. Bagi pendatang baru perlu mempelajari dahuli bisnis ini serta melakukan analisis pasar di sekeliling rencana tempat usaha, melalui analisis SWOT (Kelebihan, Kelemahan, Peluang dan Risiko). Masyarakat pasti sudah memiliki kebiasaan atau tempat berbelanja bulanan, maka kiat saudara harus memiliki kelebihan dari konter-konter pada umumnya yang telah ada.
3. Ingat bahwa sebuah semua usaha agar laku maka persyaratan perta adalah : Lokasi, Kedua: Lokasi, Ketiga : Lokasi. Maksudnya apa? Artinya penentuan lokasi sangatlah penting agar yang kita jual mudah dikenal masyarakat, terjangkau, nyaman. Nah yang tepat untuk menjalankan usaha ini adalah selain yang tidak ramai saingan, berada pada persimpangan jalan, dekat dengan jalan yang selalu ramai, dekat pusat keramaian seperti perkantoran, pasar, pendidikan menengah tinggi ATM, supermarket, tempat naik turun angkot, di mulut jalan keluar masuk perumahan. Bila dua atau tiga unsur ini ada pada lokasi pilihan saudara maka peluang lakunya akan lebih besar.
4. Modal usaha dimulai dari yang kecil Rp. 3-5 jutaan untuk membeli voucher fisik & elektrik, melengkapi aksesoris, dan yang penting kuasai teknik menjual.
5. Sistem marketing yang diterapkan adalah papan nama besar dan terang, konter dengan kondisi terang, bersih, nyaman, etalase diberi lampu barang disusun rapi memberikan layanan emosional yang ramah, layanan cepat, mudah, ramah, akurat dan ikhlas. Membangun jaringan dengan membuat sistem kartu keanggotaan dengan bonus pembelian berikan juga hadiah.
6. Untuk memiliki beberapa cabang konter dengan payung, bisa dengan mencontoh keberhasilan yang pertama, walau kondisi dan hasilnya berbeda.
7. Berwirausaha intinya adalah pada mental pribadi, apakah tahan banting, ulet, rajin, sabar. Agar lebih yakin dan terbimbing, dapat bacalah buku "Cara mudah berbisnis seluler" di LPTTI. Kelak bila sudah berjalan dapat menambah keuntungan dengan layanan jasa servis HP.
Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat selamat berusaha, terima kasih.
1. Bila dilihat dari semakin meningkatnya pengguna telepon seluler di indonesia, hingga di pedesaan, serta 70-an persen adalah prabayar, maka betul prospek usaha jual-beli pulsa ini bagus. Namun seiring dengan bagusnya usaha ini, di satu sisi yang berjualan pulsa juga semakin banyak, bahkan menjamur. Bahkan banting harga yang kurang rasional, sehingga keuntungan menipis. Walau bisa memberikan keuntungan, namun hanya cukup untuk hidup, sehingga perlu dikuasai sistem usaha jual-beli pulsa ini. Kini voucher merupakan barang komoditi seperti sembako yang ke-10.
2. Bagi pendatang baru perlu mempelajari dahuli bisnis ini serta melakukan analisis pasar di sekeliling rencana tempat usaha, melalui analisis SWOT (Kelebihan, Kelemahan, Peluang dan Risiko). Masyarakat pasti sudah memiliki kebiasaan atau tempat berbelanja bulanan, maka kiat saudara harus memiliki kelebihan dari konter-konter pada umumnya yang telah ada.
3. Ingat bahwa sebuah semua usaha agar laku maka persyaratan perta adalah : Lokasi, Kedua: Lokasi, Ketiga : Lokasi. Maksudnya apa? Artinya penentuan lokasi sangatlah penting agar yang kita jual mudah dikenal masyarakat, terjangkau, nyaman. Nah yang tepat untuk menjalankan usaha ini adalah selain yang tidak ramai saingan, berada pada persimpangan jalan, dekat dengan jalan yang selalu ramai, dekat pusat keramaian seperti perkantoran, pasar, pendidikan menengah tinggi ATM, supermarket, tempat naik turun angkot, di mulut jalan keluar masuk perumahan. Bila dua atau tiga unsur ini ada pada lokasi pilihan saudara maka peluang lakunya akan lebih besar.
4. Modal usaha dimulai dari yang kecil Rp. 3-5 jutaan untuk membeli voucher fisik & elektrik, melengkapi aksesoris, dan yang penting kuasai teknik menjual.
5. Sistem marketing yang diterapkan adalah papan nama besar dan terang, konter dengan kondisi terang, bersih, nyaman, etalase diberi lampu barang disusun rapi memberikan layanan emosional yang ramah, layanan cepat, mudah, ramah, akurat dan ikhlas. Membangun jaringan dengan membuat sistem kartu keanggotaan dengan bonus pembelian berikan juga hadiah.
6. Untuk memiliki beberapa cabang konter dengan payung, bisa dengan mencontoh keberhasilan yang pertama, walau kondisi dan hasilnya berbeda.
7. Berwirausaha intinya adalah pada mental pribadi, apakah tahan banting, ulet, rajin, sabar. Agar lebih yakin dan terbimbing, dapat bacalah buku "Cara mudah berbisnis seluler" di LPTTI. Kelak bila sudah berjalan dapat menambah keuntungan dengan layanan jasa servis HP.
Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat selamat berusaha, terima kasih.
Senin, 05 Juli 2010
0 komentarTrik Memasarkan Produk Baru
Hal Pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan pasar yang tepat dengan produk yang dijual. Sebagai contoh produk pertama anda adalah penghemat BBM, maka pasar yang paling potensial adalah bengkel - bengkel maupun toko-toko penjual onderdill kendaraan. Sebab kedua tempat penjualan tersebut lebih banyak didatangi pengguna kendaraan bermotor.
Lantas bagaimana cara menjualnya? Cara yang paling mudah adalah dengan titip jual kepada toko atau bengkel tersebut. Hanya saja, perlu dipertimbangkan adalah masalah modal. Tentu anda harus membeli produk tersebut secara cash pada produsennya. Tapi tak mengapa, jika pasarnya cukup menjanjikan terlebih masih termasuk produk baru, Lambat laun jika permintaan produk penghemat BBM tersebut telah diminati, Anda pun bisa melakukan negosiasi cara pembayaran dengan produsen penghemat BBM tersebut.
Memang di awal penjualan produk, biasanya anda perlu mendatangi beberapa toko dan pedagang secara door to door. Namun jika produk anda semakin dikenal dan dibutuhkan konsumen, anda pun bisa melakukan penjualan dengan sistem partai besar maupun menjual lewat agen yang menjadi jalur distribusi penjualan produk yang annda jual sehingga pemasaran semakin meluas.
Edukasi produk, masalah yang perlu ditaklukan pelaku usaha yang menawarkan produk baru adalah edukasi produk. Pengenalan produk dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah mengedukasi masyarakat tentang keunggulan produk. Ini bisa dilakukan melalui brosur/poster yang disebar dilokasi strategis ataupun dititipkan ke berbagai bengkel, toko onderdil, dan kios yang disertai penjelasan pada mekanik atau penjaga bengkel, toko dan kios akan manfaat produk. Tidak hanya itu, agar pengenalan produk lebih mengena, anda perlu memberikan sampel produk kepada para calon konsumen.
Jika edukasi atau pengenalan produk telah dilakukan dan produk yang dijual mulai diterima khalayak, dan permintaan mulai meningkat anda dapat melanjutkan promosi dan pemasaran lanjutan. Misalnya, memberikan diskon pada tokodan konsumen langsung ataupun penawaran harga menarik lainnya. Dan, jika budget anda memadai mengapa tidak mencoba memasarkan produk lewat iklan di media cetak yang biasa dibaca pengguna kendaraan bermotor.
Cara menentukan harga. Hal lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menjual produk adalah menentukan harga jual. Jika saat ini anda mengambil produk dari luar kota tentu memerlukan biaya ongkos kirim. Bukan hanya itu saja, dalam menentukan harga, perlu juga memasukkan komponen biaya operasional dan promosi serta besar keuntungan yang ingin diperoleh.
Dalam menentukan harga, perlu dilakukan survei kecil-kecilan terhadap kisaran harga produk yang akan dijual yang disesuaikan dengan daya beli calon konsumen. Dan perlu diingat adalah anda perlu memberikan besar keuntungan yang menarik kepada pedagan, pemilik kios/bengkel. Ini bisa dilakukan berdasarkan total penjualan ditambah bonus pencapaian penjualan bila mampu menjual banyak.
Lantas bagaimana cara menjualnya? Cara yang paling mudah adalah dengan titip jual kepada toko atau bengkel tersebut. Hanya saja, perlu dipertimbangkan adalah masalah modal. Tentu anda harus membeli produk tersebut secara cash pada produsennya. Tapi tak mengapa, jika pasarnya cukup menjanjikan terlebih masih termasuk produk baru, Lambat laun jika permintaan produk penghemat BBM tersebut telah diminati, Anda pun bisa melakukan negosiasi cara pembayaran dengan produsen penghemat BBM tersebut.
Memang di awal penjualan produk, biasanya anda perlu mendatangi beberapa toko dan pedagang secara door to door. Namun jika produk anda semakin dikenal dan dibutuhkan konsumen, anda pun bisa melakukan penjualan dengan sistem partai besar maupun menjual lewat agen yang menjadi jalur distribusi penjualan produk yang annda jual sehingga pemasaran semakin meluas.
Edukasi produk, masalah yang perlu ditaklukan pelaku usaha yang menawarkan produk baru adalah edukasi produk. Pengenalan produk dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah mengedukasi masyarakat tentang keunggulan produk. Ini bisa dilakukan melalui brosur/poster yang disebar dilokasi strategis ataupun dititipkan ke berbagai bengkel, toko onderdil, dan kios yang disertai penjelasan pada mekanik atau penjaga bengkel, toko dan kios akan manfaat produk. Tidak hanya itu, agar pengenalan produk lebih mengena, anda perlu memberikan sampel produk kepada para calon konsumen.
Jika edukasi atau pengenalan produk telah dilakukan dan produk yang dijual mulai diterima khalayak, dan permintaan mulai meningkat anda dapat melanjutkan promosi dan pemasaran lanjutan. Misalnya, memberikan diskon pada tokodan konsumen langsung ataupun penawaran harga menarik lainnya. Dan, jika budget anda memadai mengapa tidak mencoba memasarkan produk lewat iklan di media cetak yang biasa dibaca pengguna kendaraan bermotor.
Cara menentukan harga. Hal lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menjual produk adalah menentukan harga jual. Jika saat ini anda mengambil produk dari luar kota tentu memerlukan biaya ongkos kirim. Bukan hanya itu saja, dalam menentukan harga, perlu juga memasukkan komponen biaya operasional dan promosi serta besar keuntungan yang ingin diperoleh.
Dalam menentukan harga, perlu dilakukan survei kecil-kecilan terhadap kisaran harga produk yang akan dijual yang disesuaikan dengan daya beli calon konsumen. Dan perlu diingat adalah anda perlu memberikan besar keuntungan yang menarik kepada pedagan, pemilik kios/bengkel. Ini bisa dilakukan berdasarkan total penjualan ditambah bonus pencapaian penjualan bila mampu menjual banyak.
Langganan:
Postingan (Atom)



